hayyy..
aku mau bagi informasi tenatng
IFY tepatnya ALYSSA SAUFIKA UMARI :)
nga banyak bacot. langsung aja
bekicott ;)
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
ARAHKAN BAKAT
ANAK SESUAI "FASSION DAN HOBI"
Alyssa Saufika Umari atau akrap disapa
ify (15th), sosok yang membetot perhatian di panggung IDOLA CILIK empat tahun
lalu, kini tengah naik daun bersama grup BLINK. ia mampu mengembangkan bakat
musiknya dengan maksimal. bakat yang sudah terlihat sejak masa kanak-kanak. ini
adalah buah kejelian orang tuanya. Adalah ibunya, GINA SONIA, pembawa berita
TVRI yang juga anak FARIDA PASYA, artis kawakan era' 80-an, yang sejak awal
mengendus bakat musik yang besar pada diri anaknya itu.
Memang benar kata pepatah. Buah tak jauh jatuh dari
pohonya. Walau suaranya tak sebagus ify,Gina mengaku saat kecil hobi menari dan
menyanyi. Namun ibunya tidak menghendaki gina mengikuti jejaknya menjadi artis.
Gina berubah haluan menjadi penyiar berita di radio dan TVRI. “Ternyata saya
terjun juga ke televisi, tampil di depan publik,” buka Gina saat di temui di
Gedung Kesenian Jakarta (GKJ). Kendati begitu, pola asuh ibunya tidak Gina
terapkan kepada Ify dan dua anaknya yang lain. Wanita berambut pendek ini
membebaskaan anak-anaknya untuk berekspresi dan berkreasi sesuai dengan
potensi, bakat, minat dan kesanggupanya.
“saya
tidak pernah memproyeksikan ify
bakal menjadi seperti sekarang. Apa lagi di industri hiburan. Cuma sejak umur
empat tahun, ify sudah bisa main piano#hebatbgtsienegmakinlopelah:*saya ingat
lagu pertama yang dia bisa berjudul ‘menghitung hari’. Dia bisa memainkan
nadanya dengan benar” Gina bercerita. Ia lantas mendorong Ify kecil untuk
belajar musik di lembaga pendidikaan Musik Farabi, yang di kelola Dwiki
Dharmawan. “Mulanya piano, tapi sesuai saran dari gurunya, sekalian saja
latihaan vokal” terang gina bersemangat.
Dalam
perjalanannya bakat vokal Ify mulai terlihat. Dia sering di ajak pergelaraan
orkestra bareng Dwiki Dharmawan, Elfas, juga tampil di RCTI dan TRANS TV.
“Bagus dia bisa mengembangkaan bakatnya sendiri. Dia punya sesuatu yang dia
senangi, punya hobi yang positif” kata Gina bangga. “sampai suatu waktu sekolah
musiknya menyarankaan ify ikut audisi IDOLA
CILIK. Kaget dong apa lagi ify lulus audisi” tambahnya. Orang tua hendaknya
tidak membatasi daya eksplorasi anak. Biarkan dia berkembang, tapi tetap dengan
arahan dan pentauan orang tua. “silahkan saja, saya tidak membatasi dia untuk
mengeksplorasi bakatanya. Dia menyanyi saya dukung. Dia tampil saya menonton”
Ify
beruntung lahir di zaman yang berbeda dengan ibunya. Sekarang, hampir semua
stasiun televisi memiliki ajang pencarian bakat. “Idola Cilik mengubah semuanya. Buat saya , ajang ini buat proses
pembelajaran” Gina menukas. Kalah menang buat Ify tak jadi soal. Baginya,
menyanyi dan bermain musik sudah menjadi bagian yang tak terpisah dari
hidupnya, bukan sekedar hobi. Tentu saja, prioritas utama tetap pendidikan. Ify
saat ini bersekolah di SMP An-Nisa’ kawasaan Pondok Aren, Tangerang, Banten.
“Saya engga tenang dalam melangkah kalau belum mendapat restu dan di doakaan
ibu”kata Ify jujur#aaaaawwwsienengcocweet;)
MENGAJARI IFY BERSIKAP PROFESIONAL
Gina
bukan hanya memfasilitasi, tapi juga kerap menonton Ify manggung. “tampa dia
minta, saya kalau tidak ada kegiatan lain pasti hadir. Itu sebagai bentuk
dukungan, apresiasi buat dia agar lebih termotivasi. Hal – hal seperti itu
kecil tapi semoga berarti buat dia” ungkap Gina yang tidak pernah lupa berdoa
untuk ify. Mengenai keterlibataan dalam sinetron PUTIH ABU ABU, Gina melihatnya sebagai proses pembelajaraan. Jika
disuruh memilih, Ify lebih berat kenyanyi ketimbang akting.
“Itu
memang dunia baru buat dia yang saya sendiri tidak pernah menyangka. Apa lagi
diantara yang lainya, Ify sama sekali tidak punya latar belakang akting. Terus
terang saya kurang tertarik dengan dunia akting karena konsekuensinya. Misalnya
soal waktu. Kalaupun sekarang dia sudah menyemplung, ya sudahlah, dijalani saja
dulu. Dengan begitu dia belajar bagaimana menjadi profesional,” Gina
menjelaskan. Sebagai ibu ia cenderung memperlakukan Ify sebagai teman, lebih
terbuka. Tampa ditanya, Ify kerap bercerita kesaharianya, termasuk kehidupaan
percintaaanya yang masih kosong#cieenengipyangdimanadokayanyangangurtuh ;).
“Saya merasa Ify cukup terbuka dengan saya. Okelah saya denga Ify Best Friend
Forever, tapi ada kalanya saya menjadi ibunya. Saya bisa marah ketika dia
salah,” Gina meliri Ify. “Tapi ada kalanya saya tidak tebuka. Misalnya, kalau
di sekolah dimarahi guru karna nilainya kurang, saya malas cerita ke mama. Enga
tau kenapa. Padahal mama tidak marah, paling Cuma menegur,”timpal Ify.
Walaupun
sudah menjadi artis, kata Gina tak ada yang berubah dari Ify. “Allhamdullilah
dia sudah mandiri. Syuting saja jarang sekali saya temani. Engga ada asisten
juga.” Gina mengaku. Sebagai seorang ibu Gina ingin melihat Ify bahagia dengan
pilihanya sendiri. Tidak ada keterpaksaan. “Dia senang menjalani sesuatu yang
sesuai passion dan pilihanya. Dia tidak pernah mengeluh,” Gina mengaku bangga.
“Saya berusahaa dan menjagga apa yang mama bilang. Saya ingin seperti mama,
pekerja keras dan tidak pernah mengeluh” Pungkas Ify
Wih, salut banget buat eneng Ify menjadi pribadi
yang baik dari contoh seorang ibu :D
Ini aku copas dari majalah “BINTANG IDOLA” edisi
april buruan beli BS, ICL & IFC cover majalahnya itu CIBI.
Cekian dan telima kacih J