Aku tak tau sejak kapan sosok itu secuek itu pada ku..
Aku tak tau sejak kapan sosok itu suka membentak ku..
Aku tak tau sejak kapan sosok itu suka menyalahkaan ku, yang se jujur nya mereka tau aku tak ikut campur sedikit pun..
Aku juga tak tau sejak kapan sosok itu suka menatap tajam padaku..
Bahkaan tak pernah ku bayangkan sejak pertama kali kami kembali becanda sosok itu malah meng-judge diriku dengan kata - kata yang semakin membuatku emmm malas mungkin untuk kembali mencoba merenggut perhatianya..
Aku ingat terakir kali sosok itu memeluk tubuh kecil ku ini, mungkin 12th yg lalu..
Hahaha cukup lama bukan ?
Yang aku ingat sosok itu memeluk dan sangat membelaku dengan penuh kasih sayang, saat tubuh kecilku itu sangat ketakutaan..
boleh, aku cerita sedikit tentang masalalu manis itu ?
Waktu itu mungkin sudah menginjak pukul 9 malam, tbtb segerombolan badan kekar berusaha menerobos masuk dan ingin menghancurkan isi rumahku, aku yang saat itu tak tahu apa-apa hanya bisa menagis. terdiam ketakutaan. aku lihat ayahku bersitegang dengan mereka, ayahku yang sangat penyabar hanya bisa menangapi mereka dengan suara yang halus tapi sangat tegas. sosok itu datang dan memeluku dari belakang, berusaha menenangkan ku yang mungkin sangat shook melihat ke jadian tersebut, dan kesimpulan dari pertegangan itu adalah kami harus pindah dari rumah tersebut..
Aku ingat saat terakir sosok itu tersenyum haru kepada ku, mungkin 7th yg lalu..
Saat hari bahagia ku "2 juli" hari dimana aku menginjak usia 8th, acara kecil2an tapi cukup membuatku senang, anak kelas 3 SD yang sangat polos, yang mempunyai sejuta harapan ..
Aku juga ingat kapan terakir kali aku mendapat elusan kepala dari sosok itu..
Mungkin 4th yang lalu sejak aku terbaling lemah di sebuah ruangan, rumah di mana orang - orang sakit berkumpul..
dan setelah kejadian itu, semua berubah..
Tak ada lagi elusan tangan di kepalaku, tak ada lagi pelukaan hangat yang ku dapatkaan dan tak ada lagi senyum itu untuku :"
yang aku lihat hanya sosok yang penuh emosi, dingin dan tertutup..
Kini aku tau apa alasan dari itu semua..
Sosok itu tak ingin orang tau apa yang ia rasakan..
Tak mau merepotkan aku dan orang lain..
Sosok itu mau berusaha sendiri..
Ia tak suka ada orang yang menghawatirkanya..
Selama ia mampu berdiri..
Tapi tau kah dia ?
Apa gunanya kami ?
Apa gunanya Uang banyak tapi sosok itu tak mendapat hal yang layak ?
Apa gunanya Aku ?
Aku gadis berseragam Putih Biru yang kini akan berubah menjadi sosok yang lebih dewasa dengan seragam baru Putih Abu-Abu, yang ingin sekali menumpahkaan air mata jika melihat sosok itu kesakitan, memamerkan wajah pucatnya, dan tergerai selang infus di tangan kananya..
Jika sakit itu datang, Sosok itu hanya bisa mengerang kesakitan..
Berteriak memangil kami yang terkadang tak mendegar jeritanya..
Memelas saat seseorang berkata "Harus di rawat inap"
dan..
Terdiam saat mereka memarahi sosok itu..
Aku tau sosok itu tegar..
sosok itu sabar, menghadapi cobaan dari Allah..
Tapi di mana pepatah yang mengatakaan "Bersakit-sakit dahulu, Bersenang-senang kemudian" ?
Mengapa kenyataan yang di terima dari sosok itu hanyalah "Bersenang-senang dahulu dan Bersakit-sakit sekarang"
Ya Allah ..
Memang di saat ia sangat kuat, sangat masih mampu ia bisa mengerjakaan apa yang ia bisa..
Hinga mencapi titik yang paling Membagakaan..
Tapii..
Kenapa ?
Di Usianya yang sudah tak fit lagi..
Tak bisa berbuat apa-apa lagi..
Tak bisa menghidupi kami lagi..
Tak bisa menjadi sosok yang setiap pagi memberiku uang saku..
Di saat ia Seharusnya dapat tersenyum bersama kami..
Bernostalgia dengan masa lalunya..
Beristirahaat di masa senjanya..
Ia harus menanggung Sakit yang tak bisa aku juga rasakaan..
Aku sanggat Terlukaa melihat ia Mengerang kesakitaan ..
Aku rindu di saat kami berkumpul..
Aku belum bisa membagakanya..
Aku belum bisa mewujutkan keinginanya..
Aku belum bisa melaksanakaan mimpinya..
Jangan rengut ia dari kami Ya Allah..
Jangan rengut ia lebih cepat dari yang kami fikirkaan ..
Kami masih ingin melihat senyum hangatnya..
Terutama aku.. :"
Aku masih sangat ingin bisa kembali tertwa bersamanya..
Masih ingin mersakakaan elusan tanganya..
Masih ingin memperhatikanya..
Aku masih ingin berguna baginya Ya Allah ..
Angkat sedikit bebannya..
Dan jika suatu saat, saatnya tiba..
Engkau ingin ia kembali kepadamu..
Beri kami ke kuataan..
Agar selalu iklas dan tabah..
Menghadapi jalan yang telah engkau tuliskaan Ya Allah .. :")
Sebutir air mata tak akan ada apa-apanya di banding rasa ke kawatiran yang kami rasakaan..
Tulisan hati untuk "Kai" Tersayang :*
Cepet sembuh dan cepat kembali di tengah kami :"

Tidak ada komentar:
Posting Komentar